PETUA UNTUK JADI KELUARGA BAHAGIA. 1 🔴 SOLAT awal waktu, PASTI keluarga akan bahagia. Beza orang yang sekadar solat dengan orang yang solat di awal waktu, ibarat langit dan bumi. Jauh bezanya. Dan Allah akan hujani rezeki pada rumah orang-orang yang jaga solat di awal waktu. 2 🔴 Wujudkan ta'lim dalam rumah sekurang-kurangnya 30 minit TipsMenjadi Keluarga Bahagia dan Dirahmati Allah. Oleh: Abdullah Gymnastiar Jadikan semua harta jadi dakwah mulai mobil sampai rumah. Apa yang kita pikirkan Allah sudah mengetahui apa yang kita pikirkan. Namaku 4 dari lima bersaudara 3 cowo 2 cwkaka2 ku dah merid semua adiku masih sekolahaku masih single..ada yang KLIK35 KU CINTA KELUARGA TUHAN. 1=C. Versi 1. 1. Ku cinta keluarga Tuhan terjalin mesra sekali. Semua saling mengasihi. Betapa s'nang 'ku menjadi k'luargaNya Tuhan. Last updated: 2015-04-30 Tweet. KeluargaAllah yang Sukses dan Bahagia 2. Diberkati untuk Menjadi Berkat (KA Worship) 3. KasihMu Bapa (KA Worship) dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. 2. MEMBERIKAN RASA AMAN. karena keluarga besar mayoritas Kristen jadi ibu saya "dibuang" oleh keluarga besar. Saat saya usia 40 hari, bapak saya meninggal, sehingga ibu 5 Doa Agar Menjadi Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah. " Wallazina yaquluna rabbana hab lana min azwajina wa zurriyyatina qurrata a'yuniw waj'alna lil-muttaqina imama ". Artinya: Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami Semogamenjadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat.. 💕 menjadi keluarga yg samawa😇. Nur Indah Wulandari . Alhamdulillah, happy wedding.. Selamat menuju ibadah terindah. Semoga jadi keluarga samawa, dilancarkan rezekinya, dan diberikan kesehatan.. Semoga Allah SWT menyempurnakan kebahagiaan kalian dan menjadikan pernikahan keluargakuyg ku syg.. hadiah istimewa diakhirat kelak. buat keluarga ku adalah ditmpatkn di syurga.. didunia kalo di izin ALLAH n dimurah kan rezeki aku akn bawa keluarga ku menunai kn umrah n carta keluarga suhaimi bin mohamad nayan + norhasimah binti borhan 1. khairul rizal bin suhaimi YaAllah, bersyukurnya saya. Bahagianya hidup saya. Saya ceritakan pada emak saya, bahawa bukan semua mertua itu j4hat. Dan.. emak saya kata, ini adalah kerana Allah menjawab doa doanya yang sangat berharap agar anak perempuannya tidak mengalami nasib sedih bermertua sepertinya. Alhamdulillah. Terima kasih emak atas doa doa emak untuk anakmu ini. ZM6p. Kehidupan Islami – Sebelum membahas bagaimana membentuk keluarga bahagia, apakah anda mengerti keluarga itu apa? Apakah yang dinamakan keluarga? Keluarga disini adalah sebuah hubungan darah yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan anak-anak. Sebuah bagian terkecil dari sebuah komunitas masyarakat. Sebuah sistem “negara” terkecil yang ada. Berarti sebuah keluarga adalah dasar dan unsur penting dalam sebuah komunitas, negara bahkan dalam kehidupan. Keluarga ibaratnya seperti batu pondasi pertama yang diletakan untuk memulai sebuah bangunan. Bila inginkan bangunan yang kokoh, batu pondasinya harus kuat dan berkualitas. Begitulah pentingnya keluarga. Sekarang kita bahas bagaimana dan seperti apa seharusnya keluarga itu? يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. QS. At-Tahrim Ayat 6 Berarti dalam membentuk sebuah keluarga harus bertujuan mencari surga dan terhindar dari neraka. Niat pertama bila ingin membentuk keluarga adalah niat karena Allah yang tentunya bila niatnya benar, pahala, kebahagiaan dan keberkahan akan kita dapatkan. وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al-Furqan Ayat 74] Maksudnya, sebuah keluarga harus selalu menyertakan Allah di dalamnya. Iman dan taqwa yang sesungguhnya, agar menjadi keluarga yang bahagia dunia dan akhirat. Dimulai dari pernikahan seorang pria dan seorang wanita, maka satu keluarga terbentuk. Ada dua individu yang bersatu, tentunya keduanya harus paham benar bahwa babak kehidupan baru mereka akan dimulai, jadi mereka harus benar-benar siap menjalankan perannya dalam keluarga. Keluarga dan segala yang akan mereka hadapi butuh tanggung jawab dan kerjasama berdua. Seorang Pria Adalah seorang yang akan menjadi suami. Nantinya akan mempunyai kewajiban untuk memimpin, menjaga, melindungi, membimbing, mendidik, mengajarkan, menasehati, memberi nafkah lahir dan batin, materi maupun non materi dan bertanggung jawab penuh pada keluarganya. Maka pria ini haruslah punya dasar kepemimpinan yang baik, harus siap menjalankan perannya sebagai seorang suami nanti. Terutama dasar agama dan moral. Bila agama dan moral bagus, Insya Allah yang lainnya bisa diusahakan dan akan mendapat pertolongan Allah. Seorang Wanita Akan berperan sebagai istri dan ibu. Mempunyai kewajiban taat suami, melayani suami, mendukung suami, membantu suami, mengurus rumah beserta isinya, mendidik anak, menjaga dan menjadi penanggung jawab, wakil dari suami saat suami pergi. Maka seorang istri harus punya akhlak mulia, moral yang baik dan agamanya/imannya kuat. Wanita punya tugas utama mendidik generasi penerus nantinya. Jadi harus berkualitas agar masa depan terselamatkan dari jebakan dunia dan api neraka kelak. Tentunya nanti akan ada anak-anak atau keturunan, generasi penerus. Anak-anak merupakan anugerah Allah dan titipan Allah. Ingatlah, anak-anak adalah “penyambung usia” orang tua, bila orang tuanya tiada akan tetap “hidup” dalam amalan anak-anaknya. Bila anaknya shalih dan shalihah maka amal baik akan terus menerus mengisi saldo pahama orang tuanya, apabila anaknya buruk perilakunya maka dosa akan terus menerus pula mengisi saldo dosa. Jadi pilih mana? Tentunya shalih dan shalihah kan? Maka orang tua yang harus berperan aktif membimbing, mendidik dan menjaga anak-anaknya. Keluarga yang baik akan semakin kuat dan kokoh bila memiliki ♡ Dasar agama atau keimanan yang baik Artinya seluruh anggota keluarga menjadi muslim yang paham dan baik ibadahnya. Pendidikan agama dan penjagaan moral menjadi utama. Semua anggota keluarga supaya saling bantu dan menjaga. Butuh kesabaran dan perhatian, terutama dari orang tua ke anak. Saling menguatkan, mengingatkan dan menasehati. Saling mengontrol dan mengawasi. Intinya agar semua anggota keluarga selamat dunia akhiratnya. Bila kepahaman ada, Insya Allah sisanya pasti baik. ♡ Kasih sayang dan cinta kasih Dengan adanya rasa kasih sayang dan cinta kasih, akan ada keterkaitan batin, hingga saling jaga, bantu, menguatkan, dan mengokohkan. Jagalah selalu kehangatannya, dari suami ke istri, dari istri ke suami, dari orang tua ke anak, dari anak ke orang tua. ♡ Komunikasi Merupakan hal sangat penting dan dibutuhkan. Tanpa adanya komunikasi yang baik, akan banyak timbul masalah, baik hubungan suami istri maupun hubungan orang tua dan anak. Harus ada “saling” di dalam komunikasi ini. Tak ada yang “ter”, tapi tetap harus menempatkan diri sesuai pada tempatnya masing-masing. Contoh Bapak adalah kepala rumah tangga, wajib dihormati. Tapi ibu dan anak boleh menegur, mengingatkan dan menasehati, tapi tentu dengan tetap hormat dan tak boleh asal bicara. Seorang anak memang wajib taat orang tua, tapi orang tua tak boleh semaunya mengatur anak, dengarkan anak, sayangi dan datangkan hak nya termasuk dinasehati dengan baik. Apabila komunikasi baik, keluarga tak akan mencari orang lain untuk berbagi rasa, hingga memperkecil pengaruh luar dan mempererat hubungan internal keluarga itu sendiri. ♡ Kejujuran Karena jujur itu utama juga mulia, seluruh keluarga harus menjaga itu. Termasuk orang tua tidak boleh membiasakan membohongi anak walau hanya bercanda ataupun membujuk untuk hal baik. Ingat, orang tua memberi teladan, dicontohi, dan diawasi oleh anak. Sebab satu kebohongan akan diikuti seribu kebohongan dan keburukan lain. Berhati-hatilah dan jangan pernah berbohong. ♡ Kepercayaan Suami, istri, dan anak harus bisa saling percaya dan mempercayai pun juga bisa dipercaya. Akan banyak cobaan dalam keluarga bila kepercayaan diabaikan. Bahkan hingga perceraian dan perseteruan. Naudzubillahi mindzalik. ♡ Tanggung Jawab Berkaitan juga hubungannya dengan hak dan kewajiban. Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban, bagaimana dia menjalankannya dengan segala konsekuensi dan hal tak terduga lainnya, inilah yang disebut tanggung jawab. ♡ Rukun Kompak Perwujudan akumulasi dari nilai baik di depan. Keluarga yang solid akan terwujud hingga kerukunan dan kekompakan nyata ada. Nantinya keluarga menjadi kesatuan yang saling menguatkan dan tak mudah terpengaruh, tak mudah tergoncang apapun yang terjadi. Demikianlah sedikit uraian tentang keluarga. Keluarga dalam Islam, keluarga sesuai tuntunan Allah dan Rasul Nya, keluarga yang baik, ideal, dan sempurna. Uraian lebih terperinci mengenai bagian-bagian dan apa saja seluk beluk keluarga, Insya Allah akan kita bahas dalam artikel selanjutnya. Namun, lebih jelasnya bisa kita pelajari dalam Al Qur’an dan Al Hadist, maka “Ayo mengaji!” Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang baik, sakinah, mawadah, warohmah, rukun, kompak, harmonis, romantis, dan selalu dalam hidayah, bimbingan juga perlindungan Allah. Amiin.. Amiin.. Amiin.. Keluarga adalah bagian terpenting dalam kehidupan. Setiap orang pasti mendambakan memiliki keluarga bahagia dan harmonis. Namun yang jadi pertanyaan, bilamanakah keluarga dikatakan bahagia? Apakah mereka yang memiliki banyak harta? Mempunyai suami tampan? Istri cantik rupawan? Ataukah yang dikaruniai banyak anak?Ketika ada orang yang menikah, Rasulullah SAW selalu membaca doa “barokallahulaka, wa baroka’alaika, wajama’a bainakuma fii khoir” yang artinya “Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang maupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.” Dari doa tersebut, kita bisa melihat bahwa Rasul tidak mengatakan supaya suatu keluarga jadi kaya-raya, melainkan agar diberkahi Allah SWT. Maksudnya berkah adalah hidupnya selalu dikarunia Tuhan, rezekinya tercukupi dan bisa membawa kebaikan.Baca juga Tips Keluarga Bahagia dalam Islam dan Keluarga Dalam Islam Pengertian dan PerannyaKeluarga Bahagia Dalam Prespektif IslamTidak ada orang yang menginginkan kegagalan dalam kehidupan berumah tangga. Setiap orang pasti berlomba-lomba untuk mencapai keharmonisan di keluarganya. Sebab keluarga adalah kunci utama kebahagiaan seseorang. Keluarga bisa menjadi surga namun bisa juga menjadi neraka kamu, kebahagian keluarga tidak hanya bergantung pada materiil. Keluarga bahagia menurut islam adalah sebuah keluarga yang berjalan sesuai dengan akidah dan syariat agama, sehingga tercapai kehidupan yang barokah, sakinah, mawaddah, warahmah. Nah, dibawah ini beberapa tanda keluarga bahagia menurut islamIstri yang shalehahLaki-laki mana sih yang tidak ingin mendapatkan pasangan yang shalehah? Pastinya seorang wanita yang shalehah adalah idaman setiap lelaki. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Dunia adalah harta dan sebaik-baiknya harta adalah wanita yang shalehah.” Dari hadist tersebut, telah jelas bahwa kedudukan wanita shalehah lebih mulia dibandingkan harta di istri shalehah mampu menciptakan surga dalam kehidupan keluarganya. Ia patuh kepada suaminya, penyabar, taat kepada perintah Allah SWT, mendidik anak-anaknya dengan ajaran agama, senantiasa menjaga melindungi diri dari perbuatan maksiat, dan tidak mengumbar aib suaminya. Sungguh, suami manapun pasti akan jatuh cinta dengan istri yang shalehah. Oleh karena itu, apabila hendak mencari istri, carilah yang baik akhlaknya sebelum melihat rupa, harta, dan kedudukan wanita juga Cara Membahagiakan Istri Tercinta Menurut Islam dan Kriteria Calon Istri yang Baik Menurut IslamAnak-anak yang berakhlakul karimahAnak adalah salah satu elemen penting dari keluarga. Diriwayatkan oleh Dailami, dari Ibn Asaskir, Rasulullah SAW bersabda “Ada empat kunci kebahagiaan bagi seseorang muslim, yaitu mempunyai isteri yang salehah, anak-anak yang baik, lingkungan yang baik dan pekerjaan yang tetap di negerinya sendiri.”Selain memiliki istri shalehah, kriteria kebahagiaan keluarga juga diukur dari sifat sang anak. Bayangkan saja anda mempunyai anak yang bandel dan nakal, pasti ketenangan keluarga juga akan terusik. Sebaliknya, seorang anak yang dididik sesuai agama semenjak kecil,maka ia akan tumbuh menjadi generasi rabbani nan qurani. Akhlaknya pun akan baik. Kelak anak tersebut bisa menjadi kebanggaan orang tua di dunia, dan mereka juga merupakan penolong ayah ibunya di Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabdaإِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” HR. Muslim no. 1631Baca juga Cara Mendidik Anak yang Baik Menurut Islam dan Pendidikan Anak Dalam IslamKeluarga yang barokahCiri ketiga keluarga bahagia menurut islam adalah keluarga yang barokah. Ingat, kebahagian bukan diukur dari harta yang melimpah ruah. Tetapi bagaimana kita memanfaatkan rezeki yang ada menjadi lebih berkah. Antara suami dan istri haruslah saling bahu-membahu. Tidak apa-apa walaupun kita tak kaya, yang penting harta kita diperoleh dengan cara yang halal. Kemudian jangan lupa untuk bersedekah dan senantiasa bersyukur. Dengan demikian, jiwa kita akan lebih tentram dan kebahagian bisa samping harta, umur dan waktu kita juga seharusnya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Hidup di dunia memang menyenangkan, tapi jangan melupakan kehidupan di akhirat karena disitulah kita akan kekal sakinah Penuh KetenanganSakinah memiliki arti ketenangan, kedamaian, ketentraman, dan keamanan. Untuk mencapai keluarga sakinah yaitu keluarga yang penuh kedamaian, pasangan suami istri harus bisa menjalani hidupnya sesuai dengan prinsip keimanan, saling menyayangi satu sama lain, menerima kekurangan masing-masing, dan saling melengkapi.Baca juga Keluarga Sakinah Dalam Islam dan Keluarga Harmonis Menurut IslamKeluarga mawaddah Saling MencintaiSecara bahasa, mawaddah didefinisikan sebagai rasa cinta. Keluarga yang mawaddah berarti keluarga yang kehidupannya diliputi dengan cinta dan penuh harapan. Apabila suami-istri bisa saling mencintai, maka insyaAllah rumah tangganya akan terasa lebih indah, harmonis, dan langgeng. Baca juga Kewajiban Suami terhadap Istri dalam Islam dan Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam IslamAllah SWT berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚإِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Ar-Rum 21Keluarga yang rahmah Saling Menyayangi dan dirahmati Allah SWTWa Rahmah merupakan kelanjutan dari mawaddah cinta, dimana Wa berarti “dan”, Rahmah berarti “rahmat atau karunia atau anugerah Allah SWT”. Rahmah juga bisa didefinisakan sebagai kasih keluarga akan semakin lengkap bilamana seorang suami memberikan kasih sayang kepada istrinya, menghargai, tidak membentak-bentak, dan menafkahi secara ikhlas. Begitupun dengan seorang istri, ia juga harus memberikan cinta tulus kepada suami dan anak-anaknya. Serta tak melupakan menjalankan perintah agama dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW agar kelak kehidupan rumah tangga memperoleh rahmat dari Allah juga Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah Menurut Islam dan Kehidupan Setelah Menikah Menurut IslamItulah beberapa ciri keluarga bahagia menurut islam. Semoga kita bisa membangun bahtera rumah tangga yang berprinsip pada islam, dengan tetap menjalankan Rukun Islam, Dasar Hukum Islam, Sumber Syariat Islam, dan Rukun Iman sehingga didapatkan kebahagiaan yang hakiki. Baca juga Hidup Bahagia Menurut Islam Penjelasan dan Dalil-nya dan Tips Hidup Bahagia Menurut Islam “Keluarga” merupakan sebuah kata yang memiliki makna yang berbeda. Banyak orang yang memiliki pemikiran sendiri untuk mendefinisakan mengenai arti keluarga. Bahkan, di dalam aspek ekonomi, budaya, dan sosial, “keluarga” tentu saja memiliki arti yang berbeda-beda. Namun, perlu Anda ketahui bahwa pengertian keluarga secara umum adalah kelompok sosial yang mendasar dalam masyarakat yang umumnya terdiri dari satu atau dua orang tua dan anak-anak mereka. Orang-orang yang tergabung dalam satu keluarga ini umumnya memiliki komitmen jangka panjang satu sama lain dan sebagian besar tinggal dalam satu atap bersama-sama. baca juga 5 Doa Khusus untuk Ciptakan Harmonisme di Dalam Keluarga 3 Doa Kebahagiaan, Insya Allah Membuat Keluarga Selalu Harmonis Baca 3 Doa ini, Niscaya Keluargamu Dipenuhi dengan Kebahagiaan dan Keberkahan Setiap orang ingin memiliki keluarga yang bahagia dan harmonis. Salah satu untuk menciptakan suasana ini adalah dengan mengamalkan salah satu dari lima doa di bawah ini Doa Pertama وَاَلۡقَيۡتُ عَلَيۡكَ مَحَـبَّةً مِّنِّىۡ وَلِتُصۡنَعَ عَلٰى عَيۡنِىۡ ۘ Wa’alqaitu alaika mahabbatamminnii walitushna’a alaa ainii. Artinya “Dan aku telah tanamkan dari kemurahan-Ku perasaan kasih sayang orang terhadapmu; dan supaya engkau dibela dan dipelihara dengan pengawasan-Ku.” QS. Thaha 39. Doa Kedua رَبِّ لَا تَذَرۡنِىۡ فَرۡدًا وَّاَنۡتَ خَيۡرُ الۡوٰرِثِيۡنَ‌ Wazakariyyaa idznadaa robbahuu robbi laa tadzarni faaroda wa anta khoirul waarisiin.”